Loading...

Download Modul Guru Pembelajar SD Kelas 1 2 3 Lengkap

21:51 Add Comment

Pada Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu telah diperoleh hasil 10 pemetaan kompetensi guru. Sebagai tindak lanjut dari UKG tahun 2015 diluncurkan Program Guru Pembelajar. Program Guru Pembelajar (GP) diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru yang dilakukan dengan 3 (tiga) cara diantaranya tatap muka, daring (online), dan campuran (tatap muka dan daring).

Modul pembelajaran untuk setiap jenjang pendidikan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan sesuai dengan kelas yang diampu pada UKG tahun 2015 lalu.

Jika Bapak dan Ibu belum mengetahui pencapaian setiap kompetensi pada UKG 2015 silahkan registrasi dulu pada laman guru pembelajar, klik disini

Silahkan Download Modul Guru Pembelajar untuk SD Kelas Rendah (1, 2, dan 3) secara lengkap berikut ini :

Kelompok Kompetensi A (Unduh)
Profesional : Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Indonesia
Pedagogik : Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik di Sekolah Dasar

Kelompok Kompetensi B (Unduh)
Profesional : Genre dan Apresiasi Sastra
Pedagogik : Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran

Kelompok Kompetensi C (Unduh)


Pedagogik : Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di sekolah dasar
Profesional : Kajian bilangan cacah dan statistika

Kelompok Kompetensi D (Unduh)
Profesional : Kajian geometri dan pengukuran di sekolah dasar
Pedagogik : Metodologi pembelajaran di sekolah dasar

Kelompok Kompetensi E (Unduh)
Profesional : Kajian Materi IPA Sekolah Dasar Kelas Awal
Pedagogik : Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Kelompok Kompetensi F (Unduh)
Profesional : Kajian Materi IPS Sekolah Dasar Kelas Awal
Pedagogik : Komunikasi Efektif

Kelompok Kompetensi G (Unduh)
Profesional : Hakekat Pembelajaran PPKn
Pedagogik : Perancangan Pembelajaran yang Mendidik di Sekolah Dasar

Kelompok Kompetensi H (Unduh)
Profesional : Pengembangan Materi Ajar di Sekolah
Pedagogik : Pemanfaatan Hasil Penilaian Pembelajaran

Kelompok Kompetensi I (Unduh)
Profesional : TIK untuk Pengembangan Diri Guru
Pedagogik : Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar

Kelompok Kompetensi J (Unduh)
Profesional : Pengembangan keprofesian melalui tindakan reflektif
Pedagogik : Refleksi pembelajaran dan Tindak lanjutnya melalui penelitian tindakan kelas

Dengan 10 modul diatas diharapkan program guru pembelajar memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kompetensi guru. Sehingga UKG selanjutnya diperoleh nilai yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Strategi Pengelolaan Dana BOS

23:29 Add Comment

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 34 ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Maka muncul dana Bantuan perasional Sekolah (BOS) baik yang berasal dari pemerintah pusat (BOS Nasional) maupun pemerintah daerah (BOS Daerah) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Dan sejak itu pula khususnya pada jenjang SD sebagian guru mendapatkan tugas tambahan menjadi bendahara pengelola BOS.

Mengingat kemampuan guru Sekolah Dasar (SD) tidak secara spesifik mengelola keuangan karena memang bukan bidangnya, maka sering terjadi masalah yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Mulai dari penyusunan perencanaan yang kurang matang, pembelanjaan yang tidak sesuai, kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan, sampai dengan kecurigaan rekan guru lain karena kurang transparan dan pemahaman yang tidak sama tentang aturan penggunaan dana BOS.

Tugas sebagai bendahara BOS memang tidak mudah, maka perlu adanya strategi yang tepat dalam pengelolaannya. Perlu adanya keterlibatan seluruh warga sekolah (Guru dan Kepala Sekolah) dan komite sekolah untuk menciptakan pengelolaan yang baik. Tulisan ini muncul untuk membantu sekolah dalam merancang pengelolaan dana BOS secara baik dan benar. Selain itu untuk meningkatkan peran serta warga sekolah dalam pengelolaan dana BOS sehingga menghindarkan dari berbagai prasangka dan pemahaman tentang yang melenceng tentang dana BOS.

Ada 3 tahapan utama dalam pengelolaan dana BOS :
1. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
2. Pembelanjaan
3. Penyusunan Laporan

Penyusunan Rencana Penggunaan Anggaran

Dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) ini perlu diadakan rapat dewan guru untuk memahami terlebih dahulu juknis yang setiap tahunnya selalu ada perubahan. Pemahaman yang sama tentang belanja barang yang bisa didanai dari dana BOS dan yang tidak bisa didanai dari dana BOS. Ini penting dilakukan supaya warga sekolah memahami tentang juknis BOS.



Dalam waktu 2 sampai dengan 3 hari seluruh warga sekolah memberikan gagasan penggunaan dana untuk 1 tahun kedepan, mencakup belanja pegawai, belanja barang jasa, dan belanja modal. Gagasan ini biasanya ditampung sehingga menjadi kerangka RAPBS.

Setelah APBS disahkan oleh pejabat yang berwenang, selanjutnya setiap warga sekolah mempunyai peran untuk tercapainya semua penggunaan dana. Caranya adalah setiap pembelanjaan dibagi keseluruh warga sekolah sehingga setiap orang mempunyai tanggung jawab terhadap tercapainya penggunaan dana. Kepala sekolah dan bendahara hanya membagi belanja tersebut ke setiap triwulan agar pembelanjaan tidak melebihi dana yang diperoleh.

Pembelanjaan

Setiap triwulan dana BOS yang cair bisa diambil dibank oleh kepala sekolah ataupun bendahara. Selanjutnya dana dipegang oleh bendahara untuk disalurkan dalam pembelanjaan.
Seluruh warga sekolah yang telah memperoleh bagian dalam pembelanjaan sesuai dengan APBS yang telah disyahkan mempunyai kewajiban untuk membelanjakan. Tidak hanya terbatas pada hal itu saja, tetapi bertanggungjawab sampai dengan bukti pembayaran (bend 26) dan nota secara lengkap.

Setelah pembelanjaan dilaksanakan, bendahara menerima bend 26 dan nota untuk disusun menjadi laporan, sedangkan barang akan diterima oleh pengelola inventaris atau pengelola barang.

Penyusunan Laporan

Bendahara dan kepala sekolah menyusun laporan sesuai dengan format yang ada pada juknis BOS yang berlaku. Jika bendahara menyusun dengan runtut setiap bukti pembelanjaan sesuai dengan pembelanjaan diatas maka tugas bendahara hanya tinggal menyusun laporan keuangannya saja yang meliputi buku kas umum (K3), buku pembantu kas (K4), buku pembantu bank (K5), buku pembantu pajak (K6), Realisasi penggunaan Dana (K7), rekapitulasi (K7a), berita acara dan stock opname.


Dapatkan : Petunjuk Teknis BOS Tahun 2016

Setiap sekolah tentu saja memiliki hambatan tersendiri dalam pengelolaan dana BOS, tetapi yang perlu diingat bahwa tidak semua kebutuhan sekolah bisa didanai dari dana BOS. Sebagai seorang bendahara BOS juga tidak diperbolehkan untuk merekayasa kegiatan yang nantinya akan melanggar aturan yang telah ditetapkan pada juknis.

Semoga dengan pengelolaan keuangan yang baik, menjadi langkah awal untuk berani jujur dan bersih terbebas dari korupsi.


Cara Daftar Guru Pembelajar 2016

23:22 Add Comment

Baru-baru ini pemerintah meluncurkan program Guru Pembelajar. Program ini merupakan tindak lanjut dari Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan pada akhir 2015 yang lalu.

Jika melihat kembali UKG yang dilaksanakan pada 2015 tersebut dapat dilihat kemampuan setiap guru yang dirumuskan kedalam 10 kompetensi penilaian. Beberapa guru tentunya merasa belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari skor yang diperoleh secara akumulatif per provinsi. Baca : Nilai UKG 2015


Saat ini setiap guru dapat melihat pencapainnya dalam setiap kompetensi

Caranya :

REGISTRASI

Jika anda belum pernah masuk laman resmi guru pembelajar, Bapak/Ibu harus melakukan registrasi terlebih dahulu

Kunjungi https://sim.gurupembelajar.id/akun/registrasi

Masukkan nomor peserta yang ada pada kartu peserta UKG 2015 dilanjutkan dengan tanggal lahir

Beri centang pada "saya bukan robot", kemudian klik register

Selanjutnya anda akan memperoleh email dan sandi untuk masuk laman resmi guru pembelajar

LOG IN

Masuk ke laman resmi guru pembelajar melalui https://paspor.gurupembelajar.id/casgpo/login

Masukkan email dan sandi yang anda peroleh sewaktu registrasi

Anda selanjutnya akan diminta memasukkan nomor HP dan email

Pada halaman ini Bapak/Ibu telah dapat melihat secara rinci 10 kompetensi yang dicapai, dari 10 kompetensi tersebut bisa jadi berisi "Memenuhi" atau "Tidak Memenuhi"

Guru yang memperoleh nilai "Merah" atau "tidak memenuhi", Ketentuan selanjutnya sebagai berikut :

1. Nilai merah 0-2 mengikuti diklat untuk menjadi Instruktur Nasional dalam program guru pembelajar

2. Nilai merah 3-5 mengikuti diklat model Daring (Online)

3. Nilai merah 6-7 mengikuti diklat model campuran(daring dan tatap muka)dan

4. Guru yang memperoleh nilai merah 8-10 mengikuti diklat tatap muka penuh

Sebagai persiapan Bapak dan Ibu dapat mengunduh modul kompetensi yang masih mendapat nilai merah sesuai jenjangnya masing-masing

1. Download Modul Guru Pembelajar SD Kelas Bawah

Apa Kabar Sertifikasi Guru 2016

22:44 Add Comment
Update 13 September 2016

Daftar calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 telah muncul pada laman http://sergur.kemdiknas.go.id/pub/index.php dengan jumlah kuota nasional sebanyak 68.992 peserta dan 267 peserta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)

Prioritas penentuan calon peserta sertifikasi guru 2016 antara lain :

1. TMT guru sebelum 31 Desember 2005
2. TMT guru mulai 31 Desember 2005
3. skor UKG 2015, usia
4. masa kerja

Update 29 Agustus 2016

Sampai dengan akhir Agustus 2016 ini kabar tentang calon peserta sertifikasi guru masih belum terdengar. Bagi Bapak dan Ibu Guru yang belum memperoleh sertifikat pendidik tentunya menantikan kabar apakah akan masuk dalam sertifikasi guru tahun 2016 atau tahun-tahun berikutnya.


Jika menilik pada halaman sergur maka ada sedikit perbedaan pada bagian tahapan selanjutnya, yaitu penentuan kuota peserta sertifikasi guru 2016

Karena munculnya sedikit perubahan ini, segera dibuka pada bagian Daftar Calon Peserta. Tetapi sampai informasi ini diterbitkan masih dalam tahap "persiapan pemetaan kuota peserta sertifikasi"

Semoga saja waktu yang diperlukan untuk pemetaan guru ini tidak berlangsung lama, sehingga segera terbit daftar peserta PLPG untuk tahun 2016 ini.

Baca Juga : Buku Pedoman Sertifikasi Guru Tahun 2016

Keinginan untuk memperoleh sertifikat pendidik bagi seorang guru merupakan salah satu bentuk pengakuan atas kemampuan yang dimiliki seorang guru, selain itu harapan untuk memperoleh peningkatan finansial berupa tunjangan sertifikasi guru sebesar satu kali gaji pokok juga menjadi pendorong semangat bagi guru untuk dapat masuk dalam kuota PLPG tahun ini.

Masyarakat berharap dengan meningkatnya tunjangan guru, maka profesionalisme dan tindak kekerasan yang dijumpai dalam dunia pendidikan dapat berubah kearah yang lebih baik.

Terus update informasi sertifikasi guru 2016 melalui laman www.kependidikan.com

Penghentian Penyaluran Tunjangan Profesi dan Tambahan Penghasilan Tahun Anggaran 2016

05:18 Add Comment

Berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan (kemenkeu) nomor : S-579/PK/2016 tanggal 16 Agustus 2016 telah ada penyampaian informasi kepada daerah tentang penghentian penyaluran dana tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan tahun 2016. Kementerian Keuangan telah mulai melakukan penghematan dalam sektor pendidikan.

Informasi ini kependidikan kutip dari vivanews.com, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa penghematan ini dapat dilakukan karena penurunan jumlah guru bersertifikat pendidik dari 1.300.758 menjadi 1.221.947.

Penurunan jumlah guru ini disebabkan karena pensiun, mutasi, promosi, tidak terpenuhi jam mengajar 24 jam, dan tidak linier


Dari perubahan jumlah guru yang bersertifikat pendidik tersebut diperoleh perhitungan sisa dana Tunjangan profesi guru di daerah sebesar 19,6 triliun dari tahun 2015. Daerah yang mempunyai sisa dana TPG dari tahun 2015, triwulan 1 2016, dan triwulan 2 2016, sehingga mampu untuk menutup dana TPG untuk triwulan 3 maupun triwulan 4 maka kementerian keuangan menghentikan penyaluran ke daerah tersebut

Baca Juga : Penerimaan CPNS Guru Tahun 2016

Dalam surat dari kementerian keuangan kepada gubernur/ bupati/ wali kota tersebut terdapat rekomendasi penghentian untuk setiap kabupaten dan kota secara terperinci sampai dengan pembagian ke triwulan.

Seperti yang kependidikan.com kutip dari laman resmi kemdikbud, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (26/08/2016) menyampaikan,"TPG PNSD tahun 2016 tetap dijamin akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, karena pengurangan anggaran Rp. 23,3 Triliun sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan tidak akan menygurangi hak guru penerima TPG, namun hanya mengurangi alokasi dana yang berpotensi tidak akan terserap,”.

Untuk dapat mengunduh daftar kabupaten dan kota yang mendapat rekomendasi penghentian penyaluran dana dapat bapak ibu kunjungi di laman resmi kementerian keuangan http://www.djpk.depkeu.go.id/?p=3696

Atau lebih mudahnya Bapak Ibu juga dapat download disini

Daftar Penghentian Penyaluran Tunjangan Guru Tahun 2016

Pentingnya Menabung bagi Anak

16:59 Add Comment

Setiap orang tua pasti menginginkan anak mereka menjadi sukses, baik agama, keluarga, dan karir. Untuk menunjang itu semua, maka perlu adanya pengelolaan keuangan yang baik dalam setiap keluarga.

Dengan pengelolaan yang baik maka segala bentuk pengeluaran akan dapat diperhitungkan dengan baik. Bahkan jika harus ada pengeluaran tidak terduga, juga akan dapat teratasi.


Tapi taukah Bapak dan Ibu, pengelolaan keuangan ini harus ditanamkan sejak dini ?

Perlu dipahami bersama bahwa anak tidak dapat dengan sendirinya mampu mengelola keuangan ketika dewasa tanpa campur tangan orang tua dalam pendidikan keluarga semasa anak tersebut masih kecil.

Baca juga : Lomba Video Pendek Kemdikbud

Pengelolaan keuangan ini sudah seharusnya diajarkan sejak usia dini, dengan mengatur uang yang diberikan orang tua untuk jajan. Orang tua juga sebaiknya mengajari anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya untuk di tabung.

Mengajari anak untuk menabung, berarti juga telah mengajari anak untuk memproteksi dirinya dimasa depan. Selain itu juga menghindarkan anak dari sikap berfoya-foya.